Di Australia, dalam suatu serangan yang nampaknya bersifat rasil, seorang pendeta Katolik asal keturunan India, ditikam  di leher di suatu gereja di kota Melbourne oleh seorang yang mengatakan bahwa pendeta itu tidak boleh mengadakan sembahyang mass karena dia adalah seorang India. 

Di Australia, dalam suatu serangan yang nampaknya bersifat rasil, seorang pendeta Katolik asal keturunan India, ditikam  di leher di suatu gereja di kota Melbourne oleh seorang yang mengatakan bahwa pendeta itu tidak boleh mengadakan sembahyang mass karena dia adalah seorang India.  Menurut media setempat, seorang menikam Tomy kalathoor Mathew, di gedung gereja beberapa waktu sebelum diadakan sembahyang mass di gereja St Mathhew’s paris di Fawkner kemarin.  Pendeta Mathew menderita luka-luka di seluruh perut dan tetap dalam keadaan stabil di rumah sakit Northern.  Si penyerang mengatakan kepada pendeta itu bahwa karena dia adalah seorang India, dia tentunya adalah seorang Hindu atau Muslimin dan maka tidak boleh mengadakan sembahyang mass, demikian dikatakan oleh media lokal.  Seorang yang berusia 72 tahun ditahan dan dituduh sebagai melukai secara sengaja dan sebagai gila-gilaan.