21.04.2017

 

Oleh- Anita Das / kaushik Roy

Pers India mengomentari mengenai soal proteksionisme yang timbul dari AmerikaSerikat tehadap Australia.  Peribahasa, ‘ketika jalannya sulit, maka yang sulit berjalan terus’ hendaknya merupakan mantra bagi India dan orang-orang India dalam waktu kritikal ini. Surat-surat kabar menyambut-baik keputusan yang diambil oleh pemerintah untuk mengadakan dengan ‘red beacon’ pada kendaraan-kendaraan dari orang-orang VIP. Ini adalah suatu anomoli dalam abad ke-21, demikian dikatakan oleh surAT-SURAT KABAR. Pemilihan di Inggeris yang diumumkan secara tiba-tiba oleh Perdana Menteri, Theresa May juga dibahas oleh media cetak India.

Dalam tsjuk rencananya, harian The Times Of India menulis bahwa soal proteksionisme timbul di seluruh dunia.  Oresiden Amerika Serikat Donald Trump mengeraskan peraturan-peraturan terhadap visa pekerja tamu seperti H1-B, yaitu suatu langkah yang menimbulkan prihatin dalam industry IT India. Di Australia administrasi Turnbull menghapuskan suatu programe visa ketrampilan yang secara popular dikenal sebagai visa 457, yang dipakai oleh kebanyakan orang India. Bagaimana India hendaknya memberi respons terhadap larangan-larangan semacam itu? Perang perdagangan tidak melindungi kepentingan-kepentingannya. Tidak hanya karena Amerika Serikat adalah pasar terbesar untuk ekspor India tetapi khususnya karena perdagangan global merupakan suatu unsure utama dari dinamisme ekonomi negara ini. Tiba saat untuk apa yang dikatakan oleh investor-investor sebagai petmainan bertentangan yang berarti tunduk pada hype of the herd tetapi walaupun melihat keadaan benar. Jika India bertekad untuk terus tetap sebagai suatu ekonomi yang bertumbuh secara pesat di dunia, maka negara ini akan tidak mendukung proteksionisme tanpa memikir berapa mereka bercenderung secara global sekarang ini.Walaupun janjian kita dengan nasib tergantung pada reforma-reforma, liberalisasi dan deregulasi, menjadi suatu tempat baik untuk diadakannya bisnis, semuanya ini akan mementukan kemampuan India untuk menyediakan pertumbuhan inklusif dan memenuhi aspirasi-aspirasi orang-orang klas tinggi. India perlu mengubah soal-soal lainnya didalam kesempatan-kesempatannya.

Harian, The Ekonomic Times menulis bahwa dengan menyambut-baik langkah untuk melarang red beacon menyatakan bahwa pemerintah Modi patut diberikan pujian untuk mengambil keputusan menghapuskan symbol yang dilihat nyata dari kebudayaan VIP India, menyala red beacon atas kendaraan-kendaraan orang-orang kuat dan klas tinggi. Dengan menghapuskan syarat dalam peraturan-peraturan kendaraan motor pemerintah Pusat yang membolehkan baik pemerintah pusat maupun pemerintah negara-negara bagian untuk mengizinkan orang-orang pejabat-pejabat tinggi untuk memakai tanda-tanda status semacam itu, pemerintah berusaha keras untuk menjadikan persamaan. Langkah ini menyusahkan kaum minoritas, tetapi menyenangkan meyoritas. Ini menelan biaya rendah tetapi merupakan cara kuat untuk menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mengurangi gap antara klas elit dan subaltern. Inin menjadikan langkah itu sebagai didorong dai segi politik juga.

Harian, The Hindu menyatakan bahwa pengumuman dari Perdana Menteri Inggeris Theresa May pada hari Selasa untuk mengadakan pemilihan umum pada tanggal 8 Juni, mengherankan kebanyakan orang. Ketika House Of Commons sehari setelah mendukung memajukan pemilihan , karena dalam biasanya pada ytahun 2020, dengan 522 suara kemenangan dan hanya 13 lawan, dia tertampak berbuat bagi sendirinya. It adalah berbeda  dalam musim panas lalu ketika Ny. May dipilih oleh anggota-anggota dari Partai Republikan untuk menduduki 10 Downung Street setelah perdana Menteri David Cameron meletakkan jabatan setelah referamdum ‘Brexit’. Anggota-anggota partai Tori menjauhkan-diri dari persaingan itu. Beberapa percek-cokan sebenarnya adalah begitu brutal bahwa dia bahkan diserang  secara pribadi pada apa yang berhubungan dengan keadaan sehatnya dan soal-soal keluarganya yang sama sekali tidak mempunyai sangkut paut dengan politiknya dan kecocokannya sebagai kepala pemerintah.  Tetapi sejak waktu itu, May sudah menepuh jalan panjang, dan memperkuatkan pengaruhnya pada aparat partai.  Beberapa anggota lainnya dari dari parlemen dari kema pro-Euro mengai terisoler lagi lebih lanjut.  Mereka yang sering kali suka mengganggu  dianata unsur-unsur euroskeptik  sudah dicegah.  May kini merasa bahwa sudah tiba saat untuk menghapuskan persepsi bahwa dia adalah seorang Perdana menteri yang tidak dipilih oleh rakyat.  Satu-satunya rintangan sebenarnya pada rencananya tentang Brexit adalah tantangan hokum  yang menuntut pensahan  formal dari parlemen untuk penarikan mundur Inggris dari Uni Eropah.