“Kunjungan Presiden Nepal  Meningkatkan Hubungan Bilateral”

 

Oleh- Anita Das / Rattan saldi

Presiden Nepal Bidya Devi Bhandari berada dalam kunjungan  pertama ke India sebagai Kepala Negara.  Presiden Bhandari mengadakan pembicaraan-pembicaraan ekstensif di New Delhi dengan pemimpin-pemimpin India pada spectrum luas dari hubungan-hubungan bilateral, termasuk implementasi cepat projek-projek  yabg sedang dilaksanakan di Nepal dengan bantuan India.  Dia memberitahukan kepada Presiden Pranab Mukherjee dan Perdana menteri narendra Modi tentang usaha-usaha yang diadakan  oleh pemerintahnya untuk mengadakan pemilihan –pemilihan administrasi local, propinsi dan pemilihan federal di Negara itu di daerah pegunungan Himalaya  demi pelaksanaan sepenuhnya  Undang-Undang dasar baru dengan mengikut-sertakan  semua partai yang  mempunyai perbedaan.  Orang-orang dari daerah Terai  yang berbatasan dengan  India, orang-orang Madhesi,  masyarakat Tharu, suku-suku janjati dan beberapa kelas lainnya yang keterbelakangan  dan kaum minoritas melawan pemilihan administrasi local yang menurut rencana akan diadakan pada tanggal 14 Mei, ketika menuntut pensahan Amendemen Undang-Undang dasar oleh Parlemen  untuk mendefinisir kembali perbatasan-perbatasan propinsi dan member kepada mereka  partisipasi lebih besar dalam pemerintahan sebelum diadakan pemilihan tersebut.  Presiden Pranab Mukherjee memuji usaha-usaha yang diadakan oleh pemerintah Nepal untuk mengadakan  pemilihan administrasi local, dengan mencakup semua lapisan masyarakat dan mengatakan India selalu mendukung perdamaian, kestabilan dan pembangunan Nepal.

Menteri Urusan luar negeri India, Sushma Swaraj, Menteri dalam negeri Rajnath singh dan menteri Keuangan Arun Jaitley juga bertemu dengan Presiden yang berkunjung ini.  Presiden Mukherjee mentuan-rumahi jamuan banquet  untuk menghormati tamu yang berkunjung ini.  Ketika berbicara pada kersempatan tersebut, Presiden Nepal Bhandari mengatakan bahwa Nepal bertekad-teguh untuk memenuhi mandate dari Undang-Undang dasar dengan  mengadakan pemilihan pada semua tingkat dalam waktu yang terstipulasi dan mengorientasikan Negara itu agar maju kea rah mencapai kemakmuran ekonomi secara pesat.

Nada pembicaraan yang diadakan oleh Bhandari dengan pemimpin-pemimpin India selama kunjungannya ke India sebagai ‘Tamu Negara’ di Rashtrapati Bhawan mengindikasikan  tentang tekadnya untuk memperkuatkan rasa muhibah dan kesejahteraan rakyat dari kedua Negara.  Dia mengingat kunjungan yang diadakan oleh Presiden India dan Perdana menteri India ke Nepal dan mengatakan bahwa semua itu menambah dimensi baru pada hubungan lama antara kedua Negara.  Dia mengatakan bahwa persahabatan  dan kerjasama yang beranekaragam dan multi dimensi antara India dan Nepal didasarkan pada fondasi yang kuat dari persahabatan dan kerjasama yang  ciri-cirinya yang utama adalah perdaulatan, ekualitas, saling-hormat, faedah-faedah bersama dan saling pengertian yang jelas tentang aspirasi-aspirasi satu sama lainnya.  Kempimpinan India  menegaskan kembali betapa pentingnya ‘kebijakan  pertama-tama  kawasan ketetanggaan’  dan  diberinya priroritas tinggi oleh India pada meningkatkan hubungan-hubungan  dengan Nepal di setiap bidang.   Pimpinan India menyatakan dukungan pada usaha-usaha yang diadakan oleh Nepal guna mencapai transformasi sosio-ekonomi bagi kesehteraan rakyatnya.

New Delhi mengambil sejumlah langkah positif untuk membawa hubungan –hubungan India- Nepala  pada suatu tingkat seperti di tahun-tahun  sebelumnya.  Ketika Perdana Menteri Modi mengunjungi  Kathmandu pada tahun 2014, setiap orang memuji secara besar bantuan liberal yang diumumkan  selama kunjungannya ke Nepal.  Komisi Bersama India-Nepal dihidupkan kembali dan kedua Negara secara regular mengadakan pembicara-pembicaraan tingkat resmi sejak waktu itu untuk meninjau kemajuan yang tercapai di berbagai bidang.   Tiga buah pakta ditanda-tangani antara India dan Nepal selama kunjungan Perdana Menteri Pushpa Kalam Dahal ke India tahun lalu. .  Semuanya ini berhubungan dengan perluasan jaringan jalan darat di daerah Terai,  konstruksi arus transmissi tenaga listrik dan jaringan kereta api lintas batas, disamping konsesi-konsesi lainnya yang diumumkan demi faedah-faedah Nepal.

Sebuah Memorandum saling Pengertia ditanda-tangani bulan lalu antara India dan Nepal untuk suplai produk-produk minyak dari bulan April 2017 sampai maret 2022 untuk memenuhi kebutuhan sepenuhnya di Nepal untuk minyak bensin, solar, minyak tanah, bahan bakar turbin aviasi dan gasa LPG.

Sebelumnya di bulan Februari tahun ini, Menteri Kereta Api India, Suraesh Prabhu mengunjungi Kathmandu untuk menghadiri Rapat Puncak Infrastruktur  Nepal.  India setuju untuk menyediakan pinjaman lunak  sebesar 340 juta dollar kepada Nepal untuk 15 projek jalan darat.  New Delhi juga mensahkan suatu investasi sebeasr 91,58 miliar rupee untuk pembangunan  projek tenagahisro Arun-III  berkapasitas 900 Megawat, yang  telah ditinggalkan oleh Bank Dunia pada tahun 1994, akan tetapi dihidupkan kembali setelah kunjunagn bersejarah yang diadakan oleh Perdana menteri Narendra Modi ke Nepal.

Menteri Luar Negeri Nepal Dr. Prakash Sharan Mahat menyimpulkan kunjungan Presiden   Bidya Devi Bhandari ke New Delhi  dengan melukiskannya sebagai ‘sangat berhasil dan signifikan’.  Kunjungan kenegaraan tersebut diadakan sesuai dengan tradisi diadakan  kunjungan balas-membalas  secara regular pada tingkat tinggi antara kedua Negara, dan akan meningkatkan lebih lanjut hubungan-hubungan  persahabatan dan koperatif yang terdapat antara India dan Nepal.  Presiden Bhandari setelah merampungkan interaksi formal di New Delhi mengunjungi beberapa tempat di negara-negara bagian Gujrat dan Odisha.    xxxxxx