Pengadilan Internasional mendakwa secara serius sistem Kehakiman Pakistan : Jaitley

                        

Menteri Keuangan Pemerintah Pusat, Arun jaitley mengatakan, keputusan Pengadilan Internasional  dalam kasus Kulbhushan Jadhav merupakan pendakwaan serius  terhadap sistem kehakiman Pakistan.

Menteri keuangan yang berada di Srinagar untuk menghadiri pertemuan Dewan GST selama dua hari, mengatakan keputusan itu dikeluarkan oleh Pengadilan Internasional di Den Haag,  membuktikan pendirian India.

Dalam sebutannya secara jelas dalam kasus Kulbhushan jadhav di pengadilan militer pakistan, Jaitley mengatakan  bahwa  proses perkara kehakiman dalam bentuk apa saja  yang dilakukan secara rahasia  dan dalam kegelapan  dan tidak terbuka  bagi publik untuk melihat, mencerminkan kekurangan keadilan itu sendiri.

Menteri Keuangan mengatakan, dalam rekor sejarah  hukum internasional, keputusan tersebut merupakan suatu kemenangan besar  bagi peraturan hukum itu sendiri.

Jaitley  memuji Menteri Luar Negeri Sushma Swaraj atas strategi yang diadakan di Pengadilan Internasional  dan menyebutkan Harish salve secara khusus yang berdalil dalam kasus tersebut.

Pengacara senior Harish Salve  mengatakan kasus India berkenaan dengan Kulbhushan Jadhav  mebawa keberanian dan semangat  dengan tercapai kemenangan dalam tahap pertama  di Pengadilan  Internasional.

Ketika berbiacara denga  suatu saluran TV swasta, Salve  yang mewakili negara  di Pengadilan Internasional , mengatakan India mempunyai taruhan besar  dalam kasus ini dan bahwa  dia merasa mempunyai energi positif  dan konek dengan para hakim ketika berdalil  dalam kasus ini, sedangkan Pakistan tidak  mempunyai yang sama.

Dia mengatakan bahwa  Pengadilan Internbasional secara benar merasa bahwa India harus diberi akses konsular  menurut Konvensi Vienna pada yang mana kedua negara merupakan pihak penanda-tangan.  Dia mengatakan bahwa akses konsular seharusnya perlu diberi di bulan maret 2016 saja.

Salve mengatakan, tuntutan India adalah keputusan pengadilan militer Pakistan  perlu dibatalkan dan perlu dimulai pendengaran baru tentang kasus tersebut.

Kemarin, Pengadilan Internasional menunda eksekusi Kulbhushan Jadhav hingga dikeluarkan keputusan terakhir.