Survey Ekonomi  Volume II  mengakui  bayhwa mencapai target pertumbuhan 7,5  % untuk tahun fiskal ini sebagai  agak sulit

Volume  dua  dari Survei Ekonomi  untuk tahun  2016-17 diketengahkan di parlemen pada hari Jumaat.  Dikatakan di dalamnya bahwa mencapai target tinggi dari pertumbuhan antara 6,75 – 7,5 per sen , sebagaimana yang diprojektir  sebelumnya akan sulit dicapai karena apresiasi  nilai mata uang rupee, penghapusan hutang pertanian dan tantangan-tantangan peralihan  daro pelaksanaan pajak GST.

Bagaimana pun juga, survei ini menyatakan harapan  tentang reforma-reforma struktural di  dalam ekonomi India dalam later belakang berbagai  faktor seperti peluncuran pajak GST, impak positif dari demonetisasi, keputusan pada prinsipnya untuk menswastakan  perusahaan Air India. Rasionalisasi lebih lanjut subsidi energi dan Aksi untuk memusatkan perhatian pada  tantangan  Neraca Pembayaran Kembar (TBS).

Dokumen juga menambah bahwa makin meningkatnya keyakinan karena serangkaian  aksi dari pemerintah dan bank sentral, RBI  dan oleh karena perubahan-perubahan struktural di pasar minyak , mengurangi resiko  kenaiakn harga secara berkelanjutan.

Survei mengatakan bahwa pasar minyak  menghadapi keadaan sulit sekarang ini daripada beberapa tahun yang lalu.  Survey mengatakan kelonggaran  pada pinjaman pertanian mengurangi kebutuhan  dengan 0,7 per sen dari GDP, yang mengakibatkan  kemungkinan terjadinya impak tidak inflasi pada ekonomi.

Jiuga dikatakan bahwa   Para Pembayar Pajak baru meningkat jumlahnya dan   Pendapatan setrelah demonetisasi juga begitu .   Sebanyak 540 000 orang pembayar pajak di masa setelah demonetisasi.  Impak demonetisasi pada ekonomi tidak formal; meningkatkan kebutuhan  untuk ansuransi sosial, khususnya di negara-negara bagian yang kurang berkembang.

Untuk pertama kali kemarin, pemerintah mengajukan  survey ekonomi  kedua atau untuk masa pertengahan  tahun 2016-17 menyoroti faktor-faktor baru  yang dihadapi oleh ekonomi sejak diadakan usaha-usaha  seperti itu di bulan Februari yang lalu.