12.10.2017

Olwh TP.Singh/ Kaushik Roy.       Pers India mengomentari mengenai pihak Beijing, sekali lagi sudah mulai mengadapan penimbunan di daerah Doklam, walaupun sudah adanya berbagai pernyataan dalam bulan Augustus 2017. India harus bertindak hati-hati, demikian dikatakan oleh pers. Projek Direct Benefit Transfer (DBT) di Rajasthan, “Bhamashah”, sudah berbuat berbagai hal bersifat cukup baik, setelah Pemerintah Pusat sudah melaksanakan Skema DBT tingkat universal, demikian dikatakan oleh harian ini. Prof. Richard Thaler, pemenang Hadial Noble untuk tahun ini bagi bidang ekonomi, sudah dipuji oleh pers India.

Harian The Times of India mengatakan bahwa berbagai berita yang muncul bahwa pihak pasukan bersenjata Cina sudah mulai mengadakan penimbunan kembali di belakang daerah Doklam, yaitu daerah pertemuan segi-tiga antara India, Bhutan dan Cina. Beijing, diberitakan sudah memperluas jalan yang ada sekarang ini di daerah tersebut. Walaupun disebelah pihak India, masih membantah, tuduhan sedemikian dalam bentuk apa saja di daerah status quo, yang sudah ditetapkan dalam bulan Augustus, ini sudah menjadi hal bersifat cukup jelas bahwa Cina, akan terus menimbulkan berbagai kesulitan di daerah Doklam dan ada kemungkinan, mengadakan percobaan mengenai posisi India, di berbagai tempat lainnya di sepanjang Line of Actual Control. Kian meningkatnya profile ekonomi Cina disertai oleh focus yang sempit, mengenai apa yang dipertimbangkan mengenai kepentingan nasionalnya sendiri, dengan mendapatkan berbagai keuntungan lainnya, yang mana secara sebenarnya, dapat diperdebatkan bahwa cara Cina dari abad ke-19, yang menunjukkan mengenai kekuasaan, sebagai bertanggung jawab, bagi gelombang bersifat popular hyper-nasional yang sebagai terjadi di Dunia dewasa ini. Politik luar negeri India, harus mengurus mengenai tantangan bersifat sedemikian bahkan di tingkat permulaan saja, dan mengadakan tindakan bersifat ber-imbang, yang mana secara serentak meng-isyaratkan kelunakan dan bersedia untuk mengadakan perundingan dalam cara mengurusnya, beserta bersedia untuk memainkan permainan bagi jangka panjang dan bersifat cukup tegas, mengenmai garis merahnya.

Harian the Financial Express mengatakan mengenai sukses Direct Benefit Transfer Rajasthan, memberitahukan bagaimana caranya untuk mempergunakannya oleh  pemerintah Negara bahagian, yang mana sebenarnya, bersifat lebih tinggi yang diadakan oleh Pemerintah Pusat, dengan meningkatkan ke-efficienan dalam hal ini, adalah bersifat cukup penting, yang mana salah satu dari berbagai kesulitan yang diperhatikan, ketika beberapa tahun belakangan ini, adalah bahwa Pemerintah Pusat, sudah bertindak lebih tegas dengan jumlah defisitnya, dimana pemerintah Negara bahagian, mendapatkan berbagai faerah lainnya. Sementara  skema Direct Benefit Transfer dari Pemerintah Pusat sudah menjadi sukses cukup besar – mulai dari jumlah 73,680 juta rupi, dalam tahun keuangan 2014, angka tersebut meningfkat hingga menjadi 746.700 juta rupi dalkam tahun keuangan 2017. Negara bahagian tersebut, sudah melaksanakan berbagai hal bersifat cukup baik adalah Rajasthan, yang mana pihaknya mengatakan Skema “Bhimashah”, yang sebenarnya adalah selaras dengan usaha yang dimulai oleh pemerintah Pusat, yang didasarkan – Aadhaar, yang sudah dimulai secara lebih dahulu. Dalam masa 3 tahun belakangan ini, transeksi DBT mengenai dasar Brahmashah sudah melebihi 100.000 juta rupi. Bhamshah sudah mendapatkan penyelesaian satu-langkah bagi cara penggunaan semua faedah pemerintah, dalam penghitungan bank neraca nyonya dari keluarga, Bhamasahah, sudah mempunyai lebih dari 54.100 juta anggota yang sudah mendaftar dengannya, untuk mendapatkan berbagai ke-untungan sepetri bea-siswa, pansion dan pembayaran MGNREGA dan juga Indira Awas Yojana, diantara skema wang tunai dan bukan-tunai di Negara bahagian. Dari jumlah yang dipergunakan, melalui dasar Bhamashah. Bahagian yang cukup besar dari 55.170 juta rupi, adalam pembayaran bersifat pansion, dan jumlah lain sebesar 7680 juta rupI, diberikan bagi keperluan Bhamashah Swasthya Bima Yojana.

Harian the Hindu mengatakan sebagai penilaian cukup baik terhadap tokoh bidang ekonomi sebagai ber-disiplin dan tidak sering kali di tuduh dipindahkan dari keadaan yang sebenarnya. Berbagai aktivitas di bidang social, pemerintah, perusahaan dan macro-ekonomi Global, itu sendiri sudah ber-arti, sebagai cocok dari mode tertentu, tang mana dalam pengertiannya agen rasional meningkatkan sebesar mungkin dalam cara penggunaan atau kesejahteraan. Bagaimanapun juga, mode bidang ekonomi, bahkan sampai berbagai tingkat tertentu, mengurangi, dari keadaan sebenarnya di tingkat dunia, dimana agen dibidang ekonomi, yang mana saja semuannya, sering kali tidak rasional. Untuk beberapa dasa-warsa, tokoh bidang Ekonomi warga Amerika Serikat, Richard H. Thaler, mempelajadi bagaimana cara untuk mengambil keputusan ber-paling dari cara bersifat rasional, di dunia sebenarnya dan bagaimana, ini sebenarnya dapat di-atur  kembali dalam cara mengurus bidang ekonomi.  Dalam analisa yang dia adakan, ber-usaha untuk menggabungkan bidang ekonomi dengan psychology manusia dan karyanya sudah menjadi sebagai inti, dalam bidang perlakuan ekonomi. Untuk sumbangan perintis sedemikian inilah, dalam bidang ini. Prof. Thaler di anugerahi Hadian Nober Bidang Ekonomi. Badan Akademis Royal Swidish dibidang Ilmu pengetashuan, menjelaskan analisa tersebut, bagsaimana pada mengambil –keputusan, mengadakan perobahaan dari cara distematis, perlakuan rasional yang sebagai diadakan dalam theory ekonomi tradisional.