“India-Lithuania : Meningkatkan Hubungan-Hubungan lama”

Oleh : Anita Das / ranjit Kumar :  Dengan hubungan-hubungan dari zaman kuno, India dan Lithuania meningkatkan terus interaksi bilateral mereka dalam zaman setelah Soviet dengan meningkatkan kerjasama di berbagai bidang, yaitu ekonomi, politik dan kebudayaan. Lithuania adalah salah satu negara penting  di kawsan  Baltik yang memainkan suatu peranan signifikan dalam perpecahan   Uni Soviet sebelumnya.  Kunjungan   Menteri Luar Negeri Lithuania,  Linas Antanas Linkevicius menyediakan suatu kesempatan kepada India untuk meningkatkan interaksinya lebih lanjut dengan kawasan Baltik di Europah. Lithuania sebagai salah satu negara sangat makmur diantara tiga negara Baltik dan suatu anggota penting dari Uni Europah dan sejumlah badan dunia seperti Kelompok Pensuplai nuklir (NSG), menduduki tempat khusus dalam politik luar negeri India.  Sejak waktu kemerdekaannya dari Uni Soviet pada waktu itu, ketika India dan Lithuania mengadakan hubungan-hubungan diplomatik, negara Baltik yang kecil itu dengan jumlahnya penduduk sekitar 2,9 juta ornag mengadakan usaha-usaha serius untuk memulihkan interaksi  dan kontak yang lama dengan India.

Karena bahasa Sanskerta adalah jembatan antara kedua negara, studi Indologi adalah suatu bidang fokus dari kebanyakan lembaga akademika di Lithuania.  Lithuania masih meneruskan tradisi itu, dimana Yoga, Ayurveda dan aspek-aspek lainnya dari kebudayaan India adalah lebih populer. Bagaimanapun juga, di zaman modern, kedua negara mengadakan berbagai pakta untuk mempromosikan hubungan-hubungan bilateral di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, diplomatik dan kontak rakyat-ke-rakyat.  Selama pertemuannya dengan Sushma Swaraj, Menteri Luar Negeri Lithuania memberikan dia sebuah kamus bahasa  ‘Sanskrit Lithuanian Mala’ yang merupakan  suatu kumpulan  dari sebanyak 108 buah kata bersama dari bahasa-bahasa Sanskerta dan Lithuania.  Orang-orang Lithuania berminat besar dalam tradisi kebudayaan India, termasuk Yoga.

Lebih dari 70% orang Lithuania mengunjungi India  yang mempunyai minat spirituil dan Yaga. Mereka juga berminat dalam meneruskan studi Ayurveda India, studi bahasa-bahasa India, yaitu bahasa Sanskerta dan bahasa Hindi.  Pada tahun 2011, Dewan Hubungan Kebudayaan India menanda-tangani suatu Memorandum Saling Pengertian dengan universitas Mykolas Romeris di Vilnius untuk menciptakan jabatan ICCR dari Studi India di negara-negara Baltik. Sebelumnya suatu pusat  terpisah  dari Studi India dibawah Departmen Studi Oriental didirikan di Universitas Vilnius pada tahun 1996.  Ketika Cina juga berusaha untuk menyebar-luaskan pengaruh kebudayaannya melalui pusat-pusat Konfusiusnya  di negara-negara baltik, langkah-langkah dari India untuk memulihkan kembali interaksinya di bidang kebudayaan dan akademika dengan generasi-generasi baru di Lithuania dianggap amat penting.  India menyediakan bea-siswa kepada mahasiswa-mahasiswa Lithuania dibawah kerjasama Teknis dan Ekonomi India (ITE) sejak tahun 1993 untuk mengadakan kursus di bidang-bidang  Diplomasi, bahasa Inggeris, Perbankan, komunikasi-massa, menegmen keuangan, IT,  pemeriksaan buku akuntan dsb.

Maka, itu pantas  bagi Menteri  luar Negeri Lithuania, Linkevicius  untuk mengadakan kunjungannya yang  kedua ke India setelah tahun 2013 dan membahas cara dan upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral lebih lanjut dengan Menteri Urusan Luar Negeri India, Ny. Sushma Swaraj di New Delhi. Selama kunjungan itu, kedua negara menanda-tangani suatu perjanjian ekstradisi dan suatu Protokol diamendir mengenai Layanan Udara. Perjanian ekstradisi akan membantu dalam mengekstradisir dari Lithuania  orang-orang penjahat dan teroris yang bersembunyi  dan mungkin mengadakan  kejahatan terhadap India supaya mereka dapat diadili menurut hukum pidana. Menurut Kementerian Urusan Luar Negeri India, ini akan membantu dalam mengadili , dengan tujuan menjamin perdamaian dan ketenteraman bagi rakyat pada umumnya. Kedua-duanya negara juga sudah  menanda-tangani suatu pakta mengenai kerjasama perdagangan dan ekonomi pada tahun 1993.  Kemudian itu, suatu protocol mengenai konsultasi-konsultasi bilateral antara kedua kantor luar negeri  juga  ditanda-tangani pada tahun 1995.

Kunjungan tersebut juga menandakan penyelenggaraan genapnya  25 tahun dari hubungan diplomatik  dengan diadakannya investasi di zona Ekonomi Istimewa Lithuania dan meningkatnya kesadaran mengenai prospek-prospek di sektor pertanian. Suatu Memorandum Saling Pengertian di bidang-bidang Pertanian dan yang bersangkutan dengan itu, sudah ditanda-tangani pada tahun 2016. Pembahasaan antara kedua-duanya  menteri luar negeri memfokus pada mengadakan kerjasama erat di bidang-bidang perdagangan dan investasi, pertanian, pariwisata dsb.  Isu-isu penting regional maupun multilateral  saling kepentingan juga dibahas.  Menteri Urusan Luar Negeri, Sushma Swaraj menjamin  kepada  tamu yang  berkunjung ini bahwa  dia akan mengadakan kunjungan balasan ke Vilnius.

Kunjungan-kunjungan regular memungkinkan kedua negara untuk  mengadakan konsultasi-konsultasi penting mengenai isu-isu saling prihatin.  Ini membantu New Delhi mendapatkan  dukungan penting dari Lithuania pada forum-forum internasional seperti PBB dan Uni Europah.  Lithuania juga member dukungannya kepada India untuk keanggotaan  Kelompok Pensuplai Nuklir dan Dewan Keamanan PBB.