14.11.2017

Oleh: T.P.Singh / Padam singh :  Pers India menyambut baik penyusunan kembali harkat pajak barang-Barang dan Layanan (GST).  Ini dilukiskan sebagai suatu langkah baik.  Surat-surat kabar juga membahas Pakistan membolwhkan akses kepada isteri dari Kulbhushan Jadhav  yang berada di rumah penjara dan menghadapi hukuman mati disana.  Ini adalah sesuatu yang  perlu diadakan  oleh otoriti di Pakistan sudah lama atas pertimbangan perikemanusian, demikian dikomentari oleh surat-surat kabar.  Museum-museum harus dijadikan supaya lebih banyak orang mendapat akses , demikian dikatakan oleh media cetak India.

Harian The Times of India dalam tajuk rencananya menulis bahwa, minggu lalu, suatu pertemuan Dewan pajak GST di Guwahati  mengadakan perubahan-perubahan terbesar  pada pajak barang-barang dan layanan yang sudah berlaku sejak empat bulan yang lalu.  Sebanyak 180 jenis barang sudah dikeluarkan dari katagori pajak tertinggi 28 % dan ditermasukkan dalam katagori pajak lebih rendah.  Sebagai tambahan, kebutuhan untuk mengajukan pematuhan bagi kalangan bisnis kecil  sudah disderhanakan.  Kedua perkembangan tersebut disambut baik dan harus mengadakan impak positif pada perkembangan ekonomi.  Dewan pajak GST  yang merupakan suatu lembaga federal terdiri atas  para menteri keuangan dan semua negara bagian, dapat dipuji karena Dewan tersebut memberi respon positif pada umpan balik  dari kaum konsumen, perdagangan dan industri.  Satu contoh tentang perkembangan berhubungan dengan  harkat pajak  adalah bahwa para menteri keuangan menjadi lebih yakin  tentang  keberhasilan  pajak GST.  Suatu sitem pajak yang didesain secara baik mendorong kegiatan ekonomi dan  akhirnya membantu koleksi pendapatan negara  lebih tinggi.

Harian The Tribune dalam tajuk rencananya berpandangan bahwa tawaran Pakistan  untuk memberi izin kepada seorang warga India Kulbhushan Jadhav yang menghadapi hukuman mati, untuk bertemu dengan isterinya harus dilihat secara seutuhnya, yaitu suatu usaha humas publik yang umum  dari Markas Besar Tentara Pakistan di  Rawalpindi,GHQ sebagai berpura-pura meyakinkan Presiden AS, Donald Trump yang berbicara tentang peranan Pakistan di Afghanistan selama pertemuannya dengan Presiden Cina Xi Jinping, yang merupakan sahabat Pakistan dalam semua keadan.   Ini  membantu tentara Pakistan agar tetampak selayaknya pada saat-saat ketika Amerika serikat memperbaharui politiknya terhadap Afghanistan dengan peranan utama dialokasikan bagi India.  Markas Besar Tentara di Rawalpindi   mengadakan sama seperti itu bulan lalu ketika Pakistan “mencari”  seorang Amerika asal keturunan Kanada dan keluarganya”  yang hilang selama lima tahun yang lalu dari daerah Pakistan-Afghanistan.  Gerak isyarat pada isteri Jadhav sebenarnya  merupakan cara-cara  diplomatik yang  biasa yang harus diadakan oleh sesuatu negara. Hanya repatriasinya akan membuktikan bahwa Pakistan ingin mengubah sikapnya.

Harian The Hindustan Times dalam tajuk rencananya menyatakan bahwa ada ruang masif dan masih belum dimanfaatkan dari museum-museum di India.  Ruang lingkup untuk mendokumentasikan dan mengajukan  dalam corak museum tentang budaya yang kaya dar beragam dari setiap daerah, adalah cukup besar.  Dengan tujuan ini lah bahwa Ketua organisasi AusHeritage, yaitu Jaringan warisan Kebudayaan Australia, Vindo Dniel, menyarankan bahwa museum-museum di India mengahadapi persoalan lebih besar daripada  hanya soal dana.  Bahkan kata museum memberi kesan di India sebagai sesuatu yang penuh dngan debu, membosankan, barang-barang antik yang tidak relevan di masa sekarang.  Maka, sesuatu  yang dipelihara di meseum dikatakan sebagai membosankan atau sudah ketinggal  di jaman skarang.  Untuk mengubah cara pikiran ini, Daniel menyarankan bahwa museum-museum  harus menemukan diri kembali sebagai tempat-tempat yang kaum muda ingin mengunjungi dan menjadi bagian dari itu.  Untuk mengadakan interaksi dengan kaum pemuda dan masyarakat lokal dalam kegiatan-kegiatan museum dan sejarahnya sendiri merupakan gagasan yang baik yang perlu diterapkan dalam cara-cara dengan yang mana India memikir tentang museum-museumnya, demikian disimpulkan oleh surat kabar ini. Sekian.