07-12-2017

Oleh : Anita Das / Kaushik Roy :  Surat-surat kabar India membahas  mengenai dibentuknya Komisi Keuangan ke-15, yaitu badan yang menentukan rasio pembagian pajak diantara  pemerintah pusat dan pemerintah negara-negara bagian.  Rencana negara bagian Andhra Pradesh  untuk menbangun tempat penyetoran baterai menarik perhatian surat-surat kabar. Pers India menyatakan rasa duka-cita atas  tewasnya bintang perfilmaan yang terkenal, Shashi Kapoor.

Harian, The Hindu dalam tajuk rencananya menulis bahwa Pemerintah Pusat berusaha cepat untuk mengeluarkan pemberitahuan  tentang pembentukan  Komisi Keuangan Ke-15.  Badan konstituisnil ini ditugaskan dengan merekomendasikan suatu peta jalan fiskal dan mengenaian distribusi  sumber-sumber antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah negara-negara bagian.  Mantan Sekretaris Pendapatan Negara, N.K.Singh, yang diangkat sebagai ketua Komisi tersebut, mengadakan pembahasaan mengenai syarat-syarat panjang-lebarnya dan mengambil keputusan untuk mengadakan konsultasi secara cepat dengan semua pihak yang mempunyai taruhan pada semua tingkat administratif serta dengan partai-partai politik.  Komisi tersebut mempunyai masa jabatannya kurang dari dua tahun untuk merampungkan perbincangannya dan mengajukan laporannya sampai bulan Oktober tahun 2019, memberikan waktu lebih dari satu kwartel kepada pemerintah untuk mempertimbangkan dan mengimplimentasikan rekomendasinya untuk periode dari bulan April tahun 2020 sampai bulan Maret tahun 2025. Ketika mengakui rekomendasi dari Komisi Keuangan ke-14 untuk meningkatkan taruhan negara-negara bagian pada pajak,  sampai sebesar  42% dari 32% sebelumnya, Perdana Menteri Narendra Modi  memberitahukan kepada para Ketua Menteri bahwa  walaupun ini berarti kekurangan  uang dari pemerintah pusat,  pemerintahnya memutuskan akan memperkuatkan kapasitas negara-negara bagian untuk mengubah  sikap ‘suatu penyelesaian yang cocok bagi semua pihak’. Pemerintah pusat menyerukan kepada Komisi ke-15 untuk merampungkan rumusan-rumusannya mengnai  distribusi koleksi pajak setelah mempengaruhi keadaan fiskal pemerintah pusat, mengingat “penerusan imperatif dari program perkembangan nasional termasuk New India-2022”.

Harian, The Economic Times dalam tajuk rencananya menulis bahwa negara bagian di India selatan, Andhra Pradesh merencanakan untuk  membangun paberik tenaga terbarukan yang berkapasitas  120 MW dari sumber pembangkitan matahari dan 40  MW dari sumber tenaga angin. Ini akan berfungsi dengan bantuan baterai dengan berkapasitas  40 MW.  Sampai sekarang ini, berapa harganya untuk empat penyetoran baterai masih belum jelas. Di Australia Selatan, dimana perusahaan Tesla membnuat  baterai 129 MWh dengan berkapasitas 100 MW, untuk membantu jaringan tenaga litrik, biaya tempat penyetoran adalah sebesar 50 juta dollar AS. Pada waktu sekarang ini, biaya penyetoran tenaga terbarukan semacam itu  masih belum ditentukan. Tetapi inisiatif dari negara bagian Andhra Pradesh patut diperhatikan karena itu menawarkan suatu gambar masa depan mengenai pembangkitan dan distribusi  tenaga listrik. Kemajuan dalam teknologi baterai menawarkan kemungkinan itu. Jika penyetoran tenaga dengan kapasitas lebih besar menjadi mungkin dan murah, maka  sumber-sumber yang terbarukan dapat menggantikan bahan-bahan bakar fosil secara sepenuhnya.

Harian, The Indian Express dengan menghormati menyatakan bahwa perjalanan artistis dari Shashi Kapoor tidak dapat terbatas sampai hanya seorang bintang perfilmaan.  Lebih dari banyak yang menjadi berhasil dalam filem aliran utama, perasaan Kapoor dari tema-tema dominan di industri perfilmaan, dan kemampuannya untuk mengadapsikannya, menandakan dia sebagai seorang bintang yang tidak adalah egois dan tidak merasa takut dalam bermain biola kedua. Dan yang memakai kesempatan untuk menemukan tempat-tempat selain daripada Bollywood untuk mengungkapkan  kreativitasnya.  Filem Deewar tahun pada 1975 menandakan suatu titik belokan  bagi Kapoor, seperti yang terjadi bagi filem-filem bahasa Hindi.  Dialog “Mere paas maa hai”  yaitu ‘saya mempunayi ibu’ tetap  merupakan dialognya yang bersifat  ikonik.  Tetapi filem ini juga menandakan pengakhiran bintang yang cakap dan atraktif yang dimainkan oleh Sahshi  Kapoor sampai sekarang ini. Pada saat filem Deewar diputarkan pada layar, Shashi Kapoor juga sudah menjadi bintang utama bagi dua perusahaan filem , Merchant-ivory, dengan filem-filemnya  seperti ‘The Householder’ dan ‘Shakespeare Wallah’.  Dia terus mencari peranan-peranan yang mempunyai arti sepenuhnya  di luar negeri. Kapoor memilih menyumbang pada filem sebagai seorang sutra-dara juga, mensutradarai filem Junoon dari Shyam Benegal, serta filem-filem seperti ‘36 chowringhee Lane’, ‘Kalyug’ dan ‘Utsav’ dari Girish Karnad. Dia memainkan peranan penting dalam memulihkan kembali Tiater Prithvi di Mumbai, yang tetap merupakan suatu pusat untuk memainkan seni di kota itu sampai sekarang ini. Dalam suatu industri dimana bintang-bintang terkenal dengan imejnya dan kelakuannya yang halus yang dipertunjukkan di dalam karya-karyanya, Shashi Kapoor mempertunjukkan bagaimana seorang artis menyesuaikan-diri dengan keadaannya dan penontonnya, demikian disimpulkan oleh surat kabar ini. Sekian.