12.01.2018

Oleh : Anita Das / Padam Singh :  Pers India menyambut-baik langkah dari pemerintah untuk mensahkan FDI 100% di bidang perdagangan eceran dan konstruksi real-state seperti juga disinvestasi sebesar 49% dalam perusahaan penerbangan Air India. Langkah-langkah ini dipandang sebagai aksi positif yang  akan meningkatkan harkat pertumbuhan dan menciptakan lowongan kerja. Surat-surat kabar India mengomentari mengenai penyusunan kembali Kabinet Inggeris dan pembicaraan antara kedua Korea.

Dalam tajuk rencananya, harian, The Indian Express menulis bahwa pemerintah mensahkan Investasi Langsung Luar Negeri (FDI) sebesar 100% untuk perdagangan eceran satu merek melalui rute langsung. Keputusan untuk mengizinkan perusahaan-perusahaan luar negeri untuk mengadakan investasi sampai sebesar 49 % dalam perusahaan penerbangan Air India akan meratakan jalan untuk disinvestasi perusahaan penerbangan tersebut yang dijalankan oleh pemerintah. Ketika mengizinkan FDI sebesar 100% dalam bisnis konstruksi real-state melalui rute otomatis juga berketujuan pada membalik penurunan dua tahun yang lalu di sektor real estate.  Keputusan untuk mengizinkan kaum Investor Instituisnil Luar Negeri (FII) dan kaum Investor Portfolio Luar Negeri (FPI)untuk mengadakan investasi dalam tukar-menukar energi melalui pasar utama akan membantu dalam menggunakan modal dan praktik terbaik global dalam tukar-menukar ini yang penting antara kaum pembeli dan kaum penjual tenaga listrik dan menjadikan pasar lebih kompetitif.  Hingga kini, FII dan FPI tidak diberikan izin untuk mengadakan transaksi dalam pasar menengah, dimana dibeli dan dijual saham, bond dan perdagangan masa depan dikeluarkan sebelumnya. Perubahan dalam kebijakan pada hari Rabu harus dilihat dalam hubungannya sejumlah reforma baru, termasuk Akte Pengendalian Real Estate (RERA), pajak GST dan Kode Insolvensi dan Kebankrutan (IBC). Akte RERA, misalnya, berketujuan pada mengadakan disiplin keuangan dan meningkatkan transparansi di sektor real estae.  Tetapi bisnis konstruksi perlu diadakannya secara baik untuk kebijakan tersebut agar mempengaruhi mereka yang membeli rumah. Keputusan untuk mengadakan investasi secara bebas di sektor  pengendalian pemerintah harus membantu bisnis konstruksi pasang surut.

Harian, The Statesman dalan tajuk rencananya menyatakan bahwa ada sedikit dramatis dalam penyusunan kembali  kabinet Theresa Mei, walaupun Perdana Menteri Inggeris menjadikan maksudnya cukup nyata, yaitu, menambah kekuasaan lagi bagi sendirinya sebelum mulai berlaku perundingan Brexit secara sepenuhnya. Para ahli konstituisil mengeluarkan ungkapan secara benar bahwa sesuatu kekuasaan eksekutif Perana Menteri pada rekannya tak pernah dikatakan dalam penyusunan kembali. Fakta bahwa kebanyakan menteri senior, Menteri Keuangan, Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Brexit masih mengangkat portfolio mereka , menyatakan kegelisahan pada pihak 10 Downing Street pada tidak menggoyang jabatan-jabatan tertinggi. Solidaritas kolektif adalah jelas juga dalam kasus banyak menteri yang mempunyai peringkat menengah yang menemukan bahwa meeka juga mempunyai kekuasaan hak dan kewajiban. Para menteri pada jabatan tinggi tidak bertukar portfolio, alalagi dijatuhkan. Oleh karena itu, penyusunan kembali  teratur  pada umumnya adalah suatu latihan yang tidak menginspirasikan. Tanpa disadari atau sebaliknya, Ny. May membongkarkan batas tidaklah karena pilihan pemilihannya dan gemuruh di dalam Partai Konservatif mengenai Brexit.

Haria, The Asian Age dalam tajuk rencananya mengomentai bahwa seluruh dunia merasa ringan  karena ketegangan geopolitik di semenanjung Korea tertampak berkurang. Pembicaran formal pertama dalam dua tahun antara Seoul dan Pyongyang diadakan di zona yang dimilitarisasikan pada hari Selasa, ketika Korea Utara setuju untuk mengirimkan atelit-atelit  dalam  Olimpiade Musim Dingin yang diadakan di Korea Selatan bulan depan. Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengatakan bahwa dia ingin duduk dan berbicara dengan Kim Jong-un.  Itu merupakan penyesalan tidak hanya diplomasi modern bahwa pembicaraan-pembicaraan langsung  adalah cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu isu.  Kim, yang dapat dipandang sebagai seorang isolasionis lebih besar yang menjawab  hanya kepada Cina, turun satu langkah , dan Korea Selatan , menghadapi ancaman barusaja, mempunyai alasan untuk mempercayai  bahwa KTT mungkin sekali diadakan. Tidak peduli berapa sikses pembicaraan ini bisa tercapai sesuai dengan kesepakatan  mengenai menghapuskan permusuhan, faktor AS akan masih berarti hebat pada sekutu Korea Selatan. Kim dapat berbicara secara damai dengan Seoul, tetapi dia akan tidak ingin membahas tentang makin meningkatnya kapabilitas nuklir negaranya yang termasuk kekuasaan untuk mengadakan uji-coba ICBM yang dapat menyerang sampai sejauh wilayah utama AS, demikian disimpulkan oleh surat kabar ini. Sekian.