Menteri Pertahanan mengatakan keamanan di sepanjang LoC semakin diperkuat

Menteri Pertahanan Nirmala Sitharaman mengatakan bahwa Pakistan menggunakan pelanggaran gencatan senjata untuk membantu infiltrasi di Jammu dan Kashmir.

Berbicara dengan media, katanya, pemerintah pusat sedang melakukan langkah-langkah untuk mendapatkan sistem pengawasan elektronik modern untuk menghentikan infiltrasi dari seluruh wilayah perbatasan.

Menteri Pertahanan berada di Jammu pada hari Senin untuk meninjau kembali situasi keamanan di negara bagian sehubungan dengan serangan teror Sunjuwan.

Nyonya Sitharaman mengatakan, Islamabad memperluas terornya ke daerah-daerah selatan daerah Pir Panjal  di wilayah Jammu.

Dia, bagaimanapun, mengatakan bahwa infiltrasi dari seluruh LoC telah turun karena penyebaran sistem penghambat anti-infiltrasi (AIOS) dan kotak infiltrasi melawan berlapis multi dinamis.

Menteri Pertahanan mengatakan, keamanan di sepanjang LoC semakin diperkuat dengan peralatan pengawasan elektronik.

Dia mengatakan, dengan maksud untuk meningkatkan kewaspadaan di sepanjang perbatasan, sensor tambahan, Kendaraan Udara Tak Berawak (UAV) dan perangkat surveilans jarak jauh telah digunakauntuk menutupi keseluruhan bagian depan LoC.

Nyonya  Sitharaman mengatakan, pemerintah sedang melaksanakan laporan komite menyusun Philip untuk keamanan semua instalasi militer dan sejumlah 14,87 juta rupee telah dialokasikan dalam hal ini.

Dia mengatakan, aktivitas teror di daerah pedalaman dikendalikan karena usaha pasukan keamanan yang tanpa henti.

Menteri mengatakan, pemerintah akan terus menggagalkan upaya teroris yang disponsori Pakistan untuk menyebabkan kekerasan di negara tersebut dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya melalui strategi melawan teroris telah diberlakukan.