Pemerintah Inggris hampir menggandakan jumlah pasukannya di Afghanistan

Pemerintah Inggris berencana untuk hampir menggandakan jumlah pasukannya di Afghanistan setelah permintaan dari Presiden AS Donald Trump untuk bala bantuan guna membantu mengatasi situasi keamanan yang rapuh di sana. Perdana Menteri Theresa May mengumumkan pemerintah akan mengirim tambahan 440 tentara, yang akan membawa total Inggris sekitar 1.100, untuk membantu pasukan Afghanistan memerangi Taliban dan pemberontak Negara Islam.

Pasukan tambahan akan mengambil bagian dalam misi pelatihan yang dipimpin NATO, yang disebut Dukungan Tegas, untuk melatih dan membantu pasukan Afghanistan. Mereka akan ditempatkan di Kabul dan tidak akan berada dalam peran tempur. Pasukan Inggris mengakhiri operasi tempur pada tahun 2014.
Pengumuman itu datang sehari sebelum pertemuan puncak NATO di Belgia.