Kerala: Korban meninggal karena hujan lebat, tanah longsor mencapai 22

Di Kerala, jumlah korban tewas akibat hujan lebat dan tanah longsor telah menyentuh angka 22.

Hujan terus menerus telah menyebabkan kerusakan besar di seluruh provinsi dan distrik utara adalah yang paling parah terkena dampaknya. Dengan debit air naik di berbagai bendungan dan mencapai hampir kapasitas maksimumnya, sekat sekurang-kurangnya 22 waduk di provinsi telah dibuka untuk mengalirkan air yang berlebih.

Dua tim Pasukan Tanggap Bencana Nasional dan tentara terlibat dalam operasi penyelamatan. Dua tim dari NDRF dan dua tim dari kelompok teknik militer dari Bangalore juga mencapai distrik Kozhikode.

Menurut sumber ruang pengendalian bencana, dari total kematian, 11 orang tewas dalam longsor besar-besaran di Idukki, lima di distrik Malappuram utara, dua lainnya di Kannur, tiga di Wayanad dan satu di distrik Kozhikode sejak semalam.

Lima orang dilaporkan hilang. Dengan tanah longsor di jalan Ghat, distrik Wayanad benar-benar terisolasi. Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun terakhir,pintu penutup bendungan Cheruthoni dari waduk Idukki, dianggap sebagai bendungan terbesar di Asia, dibuka pada Kamis siang dengan ketinggian air menyentuh 2.398,98 kaki. Kapasitas penuh bendungan adalah 2.403 kaki.

Empat pinti penutup dari bendungan Idamalayar di distrik Kochi dibuka pada pagi hari dan warga yang tinggal di tepi Sungai Periyar dan anak-anak sungai lainnya diminta untuk waspada karena air yang dilepaskan itu kemungkinan akan membanjiri daerah-daerah dataran rendah.

Sementara itu, Kepala Menteri Pinarayi Vijayan mengadakan pertemuan untuk meninjau situasi. Berbicara kepada para wartawan setelah pertemuan itu, Ketua Menteri mengatakan situasi banjir di provinsi itu sangat parah dan semua langkah telah diambil untuk menghadapi situasi itu.

Menteri Utama mengatakan bantuan Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Penjaga Pantai telah dicari dan enam pasukan lagi dari NDRF telah diminta untuk ditempatkan di daerah-daerah yang dilanda banjir.

Sel pemantauan 24×7 telah dibentuk di Sekretariat untuk mengoordinasikan pekerjaan bantuan dengan berbagai kolektor kabupaten. Anggota tim pusat, yang berada di negara bagian untuk menilai kerusakan, mengadakan pertemuan dengan menteri utama kemarin pagi.