Boeing merekomendasikan penangguhan sementara seluruh armada dunianya dari 737 MAX


Salah satu produsen pesawat global terbesar Boeing telah merekomendasikan penangguhan sementara seluruh armada dunianya dari 737 MAX.

Langkah ini dilakukan setelah beberapa negara, termasuk India, Cina, Uni Eropa dan Amerika Serikat melarang penggunaan pesawat itu setelah kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan semua 157 orang di dalamnya. Dennis Muilenburg, Presiden Boeing, CEO dan ketua dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa perusahaan itu melakukan segalanya untuk memahami penyebab kecelakaan dalam kemitraan dengan para penyelidik dan membantu memastikan ini tidak terjadi lagi.

Kecelakaan Ethiopia Airlines pada hari Minggu adalah kecelakaan kedua yang melibatkan model MAX 8 raksasa antariksa yang berbasis di AS dalam waktu enam bulan. Oktober lalu, MAX 8 yang dioperasikan Lion Air turun di Indonesia pada Oktober, menewaskan 189 orang. Kedua tabrakan terjadi tak lama setelah lepas landas dan telah mendorong pengawasan ketat terhadap sistem kontrol pesawat.

Ada 371 dari 737 MAX jet keluarga yang beroperasi sebelum landasan minggu ini.

Boeing telah menerbangkan seluruh armada pesawat sebelumnya. Pada 2013, Boeing mengatakan kepada maskapai untuk tidak menerbangkan 787 Dreamliner mereka karena baterai pesawat terbakar.