30-06-2020: Guntingan Berita-1 (Snippets)

30-06-2020 : Guntingan Berita-1

 

1) Perdana Menteri Narendra Modi akan berpidato di hadapan bangsa pada jam 4 sore hari ini melalui radio dan televisi nasional. Pidato Perdana Menteri diadakan dalam latar belakang Unlock 2  atau Buka Kunchi-2 dan kegiatan terbaru di Ladakh timur.

2) 334.822 orang menjadi sembuh dari Covid-19 di negara ini. Dalam 24 jam terakhir, 13.099 pasien menjadi sembuh di India. Tingkat pemulihan nasional di atas 59%.

Delhi telah mendaftarkan tingkat pemulihan 66% dengan lebih dari 56.000 orang menjadi sembuh  dari 85.161 kasus total.

3) 210.292 tes Covid-19 dilakukan dalam 24 jam terakhir. Lebih dari 9.0 juta tes telah dilakukan di negara ini sejak terjadinya wabah pandemi.

4) 2 teroris dibunuh oleh pasukan keamanan di Anantnag, di Jammu & Kashmir. Di Bijbehera, dalam operasi pencarian untuk menghapuskan modul teror,  2 teroris menjadi tewas.

5) Pakistan sekali lagi melanggar gencatan senjata di sektor Naugam, distrik Baramulla. Pakistan  menembak dengan mortir. India telah menanggapi pelanggaran gencatan senjata.

6) Pembicaraan tingkat Komandan Corp antara India dan Cina saat ini sedang berlangsung di Chushul, Ladakh. Ini adalah ketiga kalinya pembicaraan dilakukan sejak perselisihan dimulai di Ladakh timur.

7) Buka kunci-2  unlock-2  akan dimulai besok. Banyak restrriksi telah diperlonggar lebih lanjut. Jam malam malam tetap berlaku dari jam 10 malam sampai jam 5 pagi. Lebih banyak layanan kereta dan udara akan diadakan dengan cara yang dikalibrasi.

8) Layanan udara internasional, kereta metro, semua lembaga pendidikan, gimnasium, kolam renang, ruang bioskop, pertemuan politik dan keagamaan akan tetap dilarang hingga 31 Juli.

9) Perjanjian Konsesi untuk proyek pembangkit listrik tenaga air Kholongchu yang berkapasitas 600 MW  telah ditanda-tangani oleh India dan Bhutan. Hal ini diharapkan akan mengarah pada lebih banyak kerja sama di sektor listrik antara kedua negara.

10) WHO mengirim tim ke China untuk menyelidiki asal-usul dan penyebaran coronavirus.