28-10-2020 : Berita Terkini

28-10-2020: Berita Terkini

 

Bocah muda Bangladesh memenangkan hadiah khusus dalam Kompetisi Seni Global yang diadakan oleh ICCR

 

Seorang anak laki-laki Bangladesh berusia enam tahun Anzar Mustaeen Ali memenangkan hadiah khusus sebesar USD 1000 untuk karya seninya dalam kompetisi seni global yang diselenggarakan oleh Dewan Hubungan Budaya India (ICCR).

ICCR telah meluncurkan kompetisi melukis global bernama ‘United Against CORONA- Express through Art’ yang menarik 8000 karya seni dari seluruh dunia. Setelah putaran pertama kompetisi, 210 karya seni terpilih. Juri terakhir mengevaluasi dan memutuskan pemenang dari setiap kategori seperti India dan Asing, Profesional / Amatir / Anak-anak dalam empat bagian berbeda: Seni Kontemporer; Seni Rakyat dan Suku; Kartun dan Ilustrasi serta Seni Digital dan Zaman Baru.

Jumlah maksimum peserta untuk kompetisi global diterima dari Bangladesh, demikian dikatakan dalam  rilis pers yang dikeluarkan oleh Komisi Tinggi India di Dhaka, pada hari Selasa.

…………………………

Jembatan Feni yang menghubungkan India dan Bangladesh akan selesai pada bulan Desember: dikatakan Menteri Transportasi Jalan Nitin Gadkari

 

Jembatan Feni sepanjang sepanjang 1,8 kilometer yang menghubungkan Sabrum di India dengan Ramgarh di Bangladesh akan selesai di bulan Desember tahun ini.

Ini diumumkan pada hari Selasa oleh Menteri Transportasi Jalan, Jalan Raya dan UMKM Nitin Gadkari sambil meletakkan batu fondasi dari sembilan proyek Jalan Raya Nasional di Tripura melalui konferensi video.

Menurut rilis pers yang dikeluarkan Kementerian, Menteri Perhubungan Jalan, Nitin Gadkari mengatakan bahwa jembatan Feni dibangun dengan biaya 1290 juta rupee akan memudahkan transportasi barang dari Chattogram dan pelabuhan Kolkata. Pos pemeriksaan terpadu juga diusulkan untuk dibangun di dekat Sabrum.

………………………….

Negara-negara BRICS perlu meningkatkan perjuangan kolektifnya melawan terorisme: Dikatakan Ketua Majelis Lok Sabha Om Birla

 

Ketua Majelis Rendah Lok Sabha, Om Birla mengatakan bahwa negara-negara BRICS perlu mengintensifkan perjuangan kolektif mereka melawan terorisme yang merupakan ancaman terbesar bagi umat manusia. Berbicara secara virtual dalam pertemuan Forum Parlemen BRICS ke-6 pada hari Selasa, Birla mengatakan, sebagai perwakilan rakyat, anggota parlemen tidak bisa lagi menjadi pengamat yang diam dan mereka harus bersatu untuk melawan tantangan terorisme dan ekstremisme kekerasan. Dia menegaskan, pendanaan semua kegiatan teroris harus segera dihentikan dan kondisi yang kondusif bagi penyebaran terorisme dan ekstremisme kekerasan perlu ditangani dan diselesaikan sedini mungkin.

Birla menekankan bahwa Parlemen negara-negara BRICS harus menggunakan platform internasional untuk menyoroti tekad kolektif mereka untuk mendukung semua perjanjian dan kesepakatan yang mencegah terorisme.

Ketua Lok Sabha menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 telah menyebabkan kematian jutaan orang secara tragis, tantangan ekonomi yang parah dan gangguan kehidupan sehari-hari. Dia menambahkan bahwa jika pernah ada kebutuhan yang lebih besar untuk persatuan dan kerjasama internasional maka ini diperlukan sekarang.

……………………………

PM Modi mengimbau para warga negara untuk memperkuat India dalam memerangi korupsi

 

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan bahwa proses administrasi harus transparan, bertanggung jawab, dan akuntabel kepada masyarakat demi pembangunan. Saat meresmikan Konferensi Nasional yang berlangsung selama tiga hari tentang Kewaspadaan dan Anti-Korupsi pada Selasa malam, bertema India Waspada, India Sejahtera, dikatakan oleh Modi bahwa selama bertahun-tahun, India telah bergerak maju dengan pendekatan tanpa toleransi terhadap korupsi. Dia mengatakan, baik itu korupsi, pelanggaran ekonomi, Narkoba, pencucian uang atau terorisme dan pendanaan teror, semuanya terkait satu sama lain.

Perdana Menteri berkata, kita harus bekerja sama melawan korupsi dengan pemeriksaan sistemik, audit yang efektif dan peningkatan kapasitas serta pelatihan. Ia mengatakan, pemberantasan korupsi bukanlah tugas satu lembaga, melainkan tanggung jawab kolektif.  Modi mengatakan, harus ada sinergi antar semua instansi karena sinergi dan semangat kerjasama adalah kebutuhan waktu.

………………………

India Post, Dinas Pos AS menandatangani perjanjian untuk pertukaran elektronik  bea cukai

 

Departemen Pos dan Dinas Pos Amerika Serikat, telah menandatangani perjanjian untuk pertukaran data elektronik bea cukai terkait dengan pertukaran kiriman pos yang dipertukarkan antara kedua negara.

Perjanjian tersebut memungkinkan pengiriman dan penerimaan data elektronik dari kiriman pos internasional sebelum kedatangan fisiknya di tempat tujuan dan memungkinkan pengurusan bea cukai kiriman pos terlebih dahulu sejalan dengan perkembangan kerangka pos global.

 

Ini juga akan meningkatkan kinerja layanan pos dalam hal keandalan, visibilitas, dan keamanan. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Deputy Direktur Jendral (Hubungan Internasional dan Bisnis Global)  Departemen Pos, Prannoy Sharma dan Managing Direktur, Bisnis Global Dinas Pos Amerika serikat, Robert H. Raines Jr.

……………………………..

Serangan bom Kabul menewaskan sedikitnya tiga orang, melukai 14 orang

 

Serangan bom di ibu kota Afghanistan, Kabul, menewaskan sedikitnya tiga warga sipil dan melukai 14 lainnya pada hari Selasa, menurut laporan polisi Kabul. Ledakan itu terjadi di distrik kesepuluh polisi di Kabul setelah penyerang meledakkan bom yang dipasang di mobil di pinggir jalan.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan dahsyat juga menyebabkan berbagai tingkat kerusakan pada bangunan di sekitarnya.

“Saya berada di dekatnya ketika bom meledak. Saya mendengar ledakan besar, kemudian melihat asap hitam membubung. Gelombang ledakan sangat besar dan semua kaca bangunan dalam jarak 100 hingga 200 meter hancur,” demikian menurut seorang saksi mata ketika mengatakan kepada Telivisi Sentral Cina ( CCTV).

………………………..

Lebih dari 70 juta orang Amerika memberikan suara dalam pemilihan presiden

 

Lebih dari 70 juta orang Amerika telah memberikan suara dalam pemilihan presiden AS, lebih dari setengah jumlah total pemilih dalam pemilu 2016 dengan tinggal satu minggu  untuk diadakan  Hari Pemilihan, menurut penghitungan terbaru dari Proyek Pemilu AS.

Penghitungan, yang menunjukkan kecepatan memecahkan rekor yang dapat menghasilkan jumlah pemilih tertinggi dalam persentase dalam lebih dari satu abad, adalah tanda terbaru dari minat yang kuat dalam kontes antara Presiden Republik Donald Trump dan penantang Demokrat Joe Biden. Ini juga menyoroti keinginan pemilih untuk mengurangi risiko paparan COVID-19 ketika pandemi mengumpulkan kembali kekuatan menuju musim dingin.

Tingkat pemungutan suara awal yang tinggi telah mengarahkan Michael McDonald, profesor Universitas Florida yang mengelola Proyek Pemilu AS, untuk memprediksi rekor partisipasi pemilih AS sekitar 150 juta, mewakili 65% dari mereka yang berhak memilih, tingkat tertinggi sejak tahun 1908.

………………………..

Tingkat kesembuhan Covid-19 di Tanah Air mencapai 90,85 persen

 

India telah melompati tonggak penting dalam perangnya melawan COVID. Angka pemulihan nasional mencapai 90,85 persen. Dengan pemulihan keseluruhan hampir 7,260 juta pasien sejauh ini, kasus yang pulih di negara ini hampir 12 kali lebih banyak daripada kasus aktif. Hampir 59 ribu pasien pulih dan dipulangkan selama 24 jam terakhir sedangkan kasus baru yang dikonfirmasi yang dilaporkan dalam rentang waktu yang sama mencapai hampir 44 ribu.

Beban kasus aktif negara juga turun di bawah delapan persen. Total kasus positif di negara saat ini mencapai 610.803 yang hanya terdiri dari 7,64 persen dari total kasus yang dilaporkan. Dengan tingginya jumlah pasien COVID yang pulih setiap hari seiring dengan penurunan yang terus-menerus dan tingkat kematian yang rendah, tren India mencatat penurunan kasus aktif terus berlanjut.

…………………………..

India, AS berkomitmen untuk menjunjung tinggi integritas teritorial & kedaulatan semua negara: demikian dikatakan Rajnath Singh

 

India dan AS kemarin mengadakan Dialog bilateral dua ditambah dua tingkat menteri yang ketiga di New Delhi dan menandatangani pakta pertahanan penting, Perjanjian Pertukaran dan Kerja Sama Dasar, BECA. Penandatanganan BECA penting karena memungkinkan India menggunakan peta geospasial global Amerika Serikat untuk akurasi senjata stand-off seperti rudal jelajah dan balistik.

Dari pihak India, Menteri Pertahanan Rajnath Singh dan Menteri Luar Negeri Dr. S. Jaishankar memimpin delegasi tersebut. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan Mark Esper memimpin delegasi AS. India dan AS menandatangani totalnya lima buah perjanjian.

Menteri Pertahanan mengatakan kedua belah pihak juga sepakat bahwa menegakkan aturan berdasarkan tatanan internasional, menghormati aturan hukum dan kebebasan navigasi di laut internasional serta menegakkan integritas wilayah dan kedaulatan semua negara adalah penting. Dalam keterangan pers usai pertemuan, Menteri Pertahanan Rajnath Singh mengatakan, penandatanganan BECA merupakan pencapaian yang signifikan.