14-02-2021 : Angkatan Udara India Pada Misi Atma Nirbhar Bharat

 

TALK

 

Indian Air Force : On Mission Atmanirbhar Bharat

 

Angkatan Udara India (IAF) mengoperasikan berbagai armada pesawat asing mulai dari MiG-21 Bison hingga pesawat Rafale yang canggih. Untuk meningkatkan kemandirian dan untuk memenuhi kebutuhan  dukungan produk untuk  pesawat dan sistem IAF,  pendalam-negerian pesawat serta suku cadang sistem dan pengaturan fasilitas Perbaikan dan Overhaul (ROH) asli adalah bidang-bidang yang menarik fokus utama dari Angkatan Udara India.

Ada cakupan yang sangat luas untuk pendalam-negerian di  Angkatan Udara India untuk berbagai suku cadang dan peralatan mulai dari suku cadang tujuan umum pesawat terbang, seperti mur, baut, kabel, gasket, pegas, dll. Hingga suku cadang teknologi tinggi yang kompleks, seperti peralatan avionik, aero -Aksesoris mesin, dll. Indigenisasi suku cadang untuk pemeliharaan pesawat dan sistem dilakukan melalui  Depok Dasar Bengkel  Depot (BRDs) dari Angkatan Udara yang terletak di berbagai bagian negara dan Depot Pusat Indigenisasi dan Manufaktur (CIMD) No. 1, di kota  Nashik.

Sebagai bagian dari fokus Angkatan Udara India  pada kemandirian dan misi Atmanirbhar Bharat, Angkatan Udara India  memberikan dorongan untuk pemonitoran  cepat  proses indigenisasi serta memperluas ruang lingkup keterlibatan industri kedirgantaraan dan pertahanan India khususnya, Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM).   Angkatan Udara India  telah mengidentifikasi persyaratan pendalam-negerian sekitar 4000 baris suku cadang. Persyaratan kritis untuk pempribumian ini termasuk filter tingkat penerbangan (bahan bakar, hidrolik & pneumatik), bantalan aero-engine, selang hidrolik dan pneumatik, tampilan multifungsi, pemutus sirkuit tingkat penerbangan, filamen lampu, busi, dll. Peluang besar tersedia untuk dirgantara dan mitra industri pertahanan di India termasuk UMKM untuk bergandengan tangan dengan  Angkatan Udara India  dalam gerakan pendalam-negerian yang kuat ini.

Selain pembuatan suku cadang dan agregat,  bidang  lain dari fokus Angkatan Udara India  akan terlibat dengan Industri untuk mendirikan fasilitas perbaikan dan overhaul (ROH) di India untuk barang perbaikan berputar  bernilai tinggi.  Untuk  mencapai tujuan ini, Angkatan Udara India  bertujuan untuk mendapatkan penghematan yang sangat besar bagi keuangan, selain mengembangkan dan mendorong fasilitas MRO internal, sehingga mengurangi jangka waktu untuk perbaikan dan meningkatkan ketersediaan operasional aset.

Angkatan Udara India  baru-baru ini menampilkan sejumlah persyaratan pendalam-negerian selama pertunjukan Aero India. Perwakilan dari berbagai BRD tersedia di kios-kios untuk berinteraksi dengan perwakilan industri untuk menjelaskan persyaratan pendalam-negerian dan prosedur terkait.

Pemerintah telah mengambil keputusan untuk menempatkan embargo sementara atas impor 101 senjata / platform pertahanan dengan maksud untuk mempromosikan manufaktur oleh Industri India.

Guna mendorong kemandirian manufaktur pertahanan sebagai bagian dari Atmanirbhar Bharat, Departemen Urusan Militer (DMA) di bawah Kementerian Pertahanan telah mengeluarkan daftar negatif impor berupa 101 senjata / anjungan, beserta garis waktu indikatif / tahun embargo impor untuk barang-barang ini. Departemen Produksi Pertahanan (DDP) telah melakukan pemetaan kapabilitas DPSU / OFB / Sektor Swasta untuk pembuatan 101  jenis barang setelah mendapat masukan dari DPSU / OFB dan asosiasi industri swasta.

Untuk mencapai kemandirian, Pemerintah telah mengambil berbagai inisiatif yang meliputi prioritas pengadaan barang-barang pertahanan dari Vendor India sesuai Prosedur Akuisisi Pertahanan 2020; penyederhanaan Prosedur Pembuatan; liberalisasi Kebijakan FDI; peluncuran Portal SRIJAN untuk mempromosikan pribumisasi; reformasi dalam kebijakan offset; peluncuran skema Innovation for Defense Excellence (iDEX); dan  Perintah implementasi ‘Pengadaan Publik (Preferensi Membuat di India)’ -2017.

Pada Upacara Pertujukan  Aero India 2021 di Bengaluru, dalam kehadiran  Menteri Pertahanan (RakshaMantri) Rajnath Singh, Kontrak untuk 83 Pesawat Tempur Ringan Tejas diberi kepada perusahaan Hindustan Aeronautics Limited (HAL). Komite Kabinet untuk Keamanan di bawah Ketua Perdana Menteri Narendra Modi telah menyetujui pengadaan 73  buah pesawat tempur LCA Tejas Mk-1A dan 10 pesawat Trainer LCA Tejas Mk-1 dengan biaya sebesar 450 ribu 696  juta rupee  beserta sanksi Desain & Pengembangan dan Infrastruktur senilai  10 ribu 202 juta rupee  pada tanggal  13 Januari 2021. Nilai kontrak  adalah sekitar 480 ribu  juta rupee.

Ini adalah kontrak Pertahanan terbesar yang pernah ada untuk manufaktur  secara dalam negeri  hingga saat ini. Langkah penting ini memberikan dorongan besar bagi kemampuan pesawat tempur pribumi bangsa ini. Tampilan luar biasa dari platform Tejas yang diadakan selama pertunjukan i Aero India 2021 dalam kehadiran sejumlah besar peserta internasional  maupun  nasional.

Pengiriman semua 83  buah pesawat akan selesai dalam 8 tahun  dari  sekarang.  Perushaan HAL akan mengirimkan 3  buah pesawat pertama di tahun ke-3 dan 16 buah pesawat per tahun untuk 5 tahun berikutnya.  Menteri Pertahanan Rajnath Singh juga meresmikan fasilitas produksi kedua (Pabrik II) untuk menambah kapasitas produksi dan memastikan pasokan pesawat ke Angkatan Udara India pada tepat waktu. Induksi Pesawat Tempur Ringan Tejas Mk-1A di Angkatan Udara India akan meningkatkan kemampuan operasional dan kekuatan pesawat.

Varian Light Combat Aircraft Mk-1A adalah pesawat tempur generasi 4+ yang dirancang, dikembangkan dan diproduksi secara lokal. Pesawat ini dilengkapi dengan kemampuan operasional kritis dari radar Active Electronically Scan Array (AESA) Radar, rudal Beyond Visual Range (BVR) Missile, Electronic Warfare (EW) Suite dan sistem pengisian bahan bakar di udara  Air to Air Refueling (AAR) akan menjadi platform yang kuat untuk memenuhi persyaratan operasional Angkatan Udara India. Ini adalah kategori pengadaan pesawat tempur pertama “Beli” (India- Dirancang Dikembangkan dan Diproduksi Secara Dalam negeri ) dengan konten asli 50% yang akan secara bertahap  mencapai 60% pada akhir program dan sekitar 250 dari 344 sistem yang dipasang di pesawat akan menjadi  buatan asli India.

Menanggapi seruan tegas Perdana Menteri  Narendra Modi untuk kampanye Aatmanirbhar Bharat Abhiyaan, India terus tumbuh dalam kekuatannya untuk merancang, mengembangkan, dan memproduksi teknologi dan sistem maju yang canggih di Sektor Pertahanan. Pembuatan Pesawat Tempur Ringan oleh perusahaan HAL akan mendorong lebih lanjut inisiatif Aatmanirbhar Bharat dan meningkatkan pendalam-negerian produksi pertahanan dan industri pertahanan di negara ini. Sekitar 500 perusahaan India termasuk UMKM di sektor desain dan manufaktur akan bekerja sama dengan perusahaan aeronautika HAL dalam pengadaan ini. Beberapa dari perusahaan ini telah menampilkan sistem mereka  selama pertunjukan Aero India 2021. Saat ini, negara ini mengandalkan sebagian besar teknologi Kontemporer Pesawat Tempur Militer dan hal ini dimungkinkan sebagian besar karena Program Tejas. Program ini akan bertindak sebagai katalisator untuk mengubah ekosistem manufaktur kedirgantaraan India menjadi ekosistem mandiri Aatmanirbhar yang dinamis.  Sekian.