28-02-2021 : Berita Terkini (Pagi)

28-02-2021  : Berita Terkini

 

  • PM Modi berkata Pameran Mainan atau Toy Fair adalah langkah besar untuk membangun Atma Nirbhar Bharat; meresmikan Pameran Mainan India yang pertama
  • Pemerintah Pusat mengumumkan pedoman untuk meningkatkan vaksinasi COVID-19 mulai 1 Maret
  • PM akan berbagi pemikirannya dalam program ‘Mann Ki Baat’ dari siaran AIR hari ini pada  jam 11 pagi
  • ISRO akan meluncurkan satelit Amazonia-1 Brasil & 18 satelit penumpang bersama hari ini
  • India, Bangladesh kembali menegaskan untuk meningkatkan hubungan timbal balik dalam masalah keamanan & perbatasan

———————————-

 

 

PM Modi berkata Pameran Mainan atau Toy Fair adalah langkah besar untuk membangun Atma Nirbhar Bharat; meresmikan Pameran Mainan India yang pertama

 

Perdana menteri  Narendra Modi kemarin mengatakan, Pameran Mainan India akan menjadi langkah besar dalam perjalanan menuju pembangunan Atma Nirbhar Bharat dan memperkuat tradisi kuno negara tersebut.

Perdana Menteri berbicara setelah meresmikan Pameran Mainan India yang pertama melalui konferensi video.

Modi mengatakan bahwa sebagian besar mainan India terjangkau dan terbuat dari barang-barang alami dan ramah lingkungan.

Perdana Menteri mengimbau produsen mainan India untuk membuat mainan yang lebih baik bagi ekologi dan psikologi dengan menggunakan bahan yang dapat didaur ulang.

Modi mengatakan Pameran Mainan pertama ini bukan hanya acara bisnis atau ekonomi, tetapi link untuk memperkuat budaya olahraga dan permainan kuno negara ini.

Perdana Menteri menunjukkan bahwa orang-orang dari seluruh negeri telah melakukan penelitian ekstensif tentang mainan di lembah Indus dan Mohenjadaro.

Modi juga menunjukkan bahwa permainan Catur yang terkenal di dunia, berasal dari India. Dia menambahkan bahwa Catur sebelumnya dimainkan di India sebagai ‘Chaturanga atau Chaduranga’ dan Ludo juga dimainkan sebagai ‘Pachisi’.

Perdana Menteri mengatakan, ada begitu banyak bakat yang tersembunyi di industri mainan dan kekuatan ini akan meningkat berlipat ganda dan identitas industri akan dikonsolidasikan melalui kampanye AatmaNirbhar Bharat.

Perdana Menteri berkata ada banyak pendapat tentang berbagai bentuk mainan Batara Rama.

Dia mengatakan mainan lokal memperkuat rasa persatuan di antara anak-anak.

Modi mengatakan mainan India tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan teori ilmiah yang rumit dengan cara yang disederhanakan.

‘Lattu’ mengajarkan gravitasi dan keseimbangan, dan Gullel mengajarkan energi potensial dan kinetik.

Modi mendesak para orang tua untuk bermain dengan anak-anak mereka dan mengatakan mainan memang memainkan peran penting dalam proses belajar anak-anak.

Perdana Menteri berinteraksi dengan pembuat mainan dari Channapatna di Karnataka, Varanasi di Uttar Pradesh, dan Jaipur di Rajasthan.

Dia mendesak para pembuat mainan dari Channapatna Toy Clusters yang telah berkecimpung dalam bisnis ini selama 200 tahun untuk mencoba e-market dan cara-cara baru untuk memasarkan produk mereka dan membawa produk mereka secara global.

Perdana Menteri telah menyerukan promosi ‘Handmade in India’, sejalan dengan dorongan pada ‘Make in India’ sebagai tanggapan terhadap permintaan global yang meningkat untuk mainan buatan tangan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Tekstil Smriti Irani mengatakan Toy Fair akan menghadirkan paviliun dari 11 negara mitra dan 100 pembicara termasuk pakar industri.

……………………….

 

Pemerintah Pusat mengumumkan pedoman untuk meningkatkan vaksinasi COVID-19 mulai 1 Maret

 

Rumah-rumah sakit  dapat menagih hingga 250 rupee per dosis vaksin COVID-19 selama Drive Vaksinasi mulai tanggal 1 bulan depan.

Pemerintah akan mulai memberikan vaksin COVID-19 kepada orang-orang di atas 60 tahun dan mereka yang berada dalam kelompok usia 45 hingga 59 tahun dengan penyakit penyerta tertentu mulai Senin.

Vaksin akan diberikan secara gratis di sepuluh ribu rumah sakit pemerintah kepada kelompok-kelompok ini sedangkan biaya vaksin di sekitar 20 ribu Pusat Vaksinasi swasta akan ditanggung oleh masyarakat.

Kementerian Kesehatan mengatakan, negara-negara bagian  telah diberi kebebasan untuk menggunakan semua rumah sakit swasta yang ditempatkan di bawah Skema Asuransi Kesehatan Pemerintah Negara Bagian sebagai Pusat Vaksinasi COVID.

Negara bagian juga dapat menggunakan fasilitas kesehatan dari semua PSU dan semua fasilitas kesehatan pemerintah sebagai Pusat Vaksinasi COVID.

Sekretaris Kesehatan Pemerintah Pusat  Rajesh Bhushan kemarin  berinteraksi dengan Sekretaris Kesehatan dan Direktur Misi Misi Kesehatan Nasional negara-negara bagian  dan Wilayah Uni  tentang vaksinasi kelompok yang sesuai usia melalui konferensi video.

Dalam pertemuan tersebut, disebutkan penjelasan tentang tiga metode pendaftaran yaitu Pendaftaran Mandiri Lanjutan, Pendaftaran Di Lokasi, dan Pendaftaran Kelompok Terfasilitasi. Negara-negara bagian telah menjelaskan bahwa rumah sakit swasta yang berfungsi sebagai Pusat Vaksinasi COVID dapat mengenakan biaya maksimal 250 rupee per orang per dosis bersama dengan mekanisme manajemen elektronik dan keuangan.

Nama Pengguna dan Kata Sandi yang akan diberikan ke fasilitas swasta untuk memfasilitasi penggunaan CoWIN 2.0 yang efektif, juga dibahas selama pertemuan.

Selain itu, negara bagian dijelaskan tentang pemetaan fasilitas swasta dengan titik rantai dingin terdekat untuk memastikan aliran vaksin yang lancar.

Dalam pertemuan tersebut, sistem sertifikasi yang disederhanakan untuk orang dengan 20 penyakit penyerta dalam kelompok usia 45-59 tahun juga dijelaskan kepada negara bagian.

 

Sertifikat satu halaman yang disederhanakan akan ditandatangani oleh Praktisi Medis Terdaftar mana pun.

Sertifikat dapat diunggah di Co-WIN 2.0 oleh penerima saat mendaftar sendiri atau salinan cetak dapat dibawa oleh penerima ke Pusat Vaksinasi COVID.

Pemerintah juga telah merilis daftar berisi 20 Komorbiditas tertentu yang akan memprioritaskan individu untuk vaksinasi COVID-19.

Mereka termasuk gagal jantung dengan masuk rumah sakit dalam satu tahun terakhir, transplantasi pasca jantung, penerima transplantasi ginjal dan hati atau dalam daftar tunggu, leukemia, limfoma, infeksi HIV, diabetes dan hipertensi dalam pengobatan dan penyakit pernapasan parah dengan rawat inap dalam dua terakhir tahun.

Koresponden AIR melaporkan bahwa sistem yang disederhanakan untuk mensertifikasi orang dengan 20 komorbiditas dalam kelompok usia 45-59 tahun juga dijelaskan kepada negara bagian dalam pertemuan tersebut.

Untuk meningkatkan kapasitas vaksinasi COVID secara signifikan, sejumlah besar fasilitas swasta dilibatkan.

Sekitar sepuluh ribu rumah sakit swasta berkantor di bawah Ayushman Bharat PMJAY, lebih dari 600 rumah sakit yang berada di bawah CGHS dan rumah sakit swasta lainnya yang berada di bawah Skema Asuransi Kesehatan Pemerintah Negara Bagian dapat berpartisipasi sebagai Pusat Vaksinasi COVID.

Departemen Kesehatan Pemerintah Negara Bagian telah memulai dialog dengan rumah sakit swasta ini sehingga mereka dapat didorong untuk berpartisipasi dalam gerakan ini.

Selain itu, akan ada fasilitas kesehatan pemerintah seperti Medical College Hospitals, District Hospitals, Sub-Division Hospital, Health Sub-Centres dan Health and Wellness Center yang akan digunakan sebagai Pusat Vaksinasi COVID.

Kementerian Kesehatan telah meminta semua fasilitas kesehatan swasta yang akan berfungsi sebagai Pusat Vaksinasi COVID Pemerintah untuk mengikuti norma ketat proses, kualitas dan keamanan termasuk integrasi dengan platform teknologi National Co-Win.

Semua fasilitas kesehatan swasta juga harus memiliki ruang yang memadai, pengaturan rantai dingin, jumlah pemberi vaksin dan staf pendukung serta pengaturan yang memadai untuk menangani Kejadian Buruk Setelah Imunisasi.

………………………

Lebih dari 14 juta 200 ribu dosis vaksin COVID-19 telah diberikan di negara ini  sejauh ini

 

Kementerian Kesehatan  Pemerintah Pusat mengatakan lebih dari 14 juta 2 ratus ribu dosis vaksin COVID-19 telah diberikan kepada penerima manfaat di negara itu sejauh ini. Sebanyak 769 ribu dosis vaksin diberikan kepada petugas kesehatan dan pekerja garis depan dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, tingkat pemulihan COVID-19 negara itu mencapai 97,14 persen dengan pemulihan lebih dari 12 ribu pasien dalam waktu 24 jam. Kementerian mengatakan, lebih dari 10 juta 700 ribu  pasien telah menjadi sembuh dari penyakit ini.

Saat ini, jumlah kasus aktif di negara ini  adalah 159 ribu 590 yang hanya mencakup 1,44 persen dari total kasus positif.

Sebanyak 16 ribu 488 kasus baru dilaporkan di negara itu dalam 24 jam terakhir membawa kasus positif kumulatif menjadi lebih dari  11 juta .

Kementerian Kesehatan mengatakan, seratus 13 kematian dilaporkan dalam 24 jam sehingga jumlah korban mencapai lebih dari satu lakh 56 ribu di seluruh negeri.

Dewan Riset Medis India mengatakan bahwa berbagai laboratorium melakukan lebih dari 773 ribu tes sampel Coronavirus selama 24 jam terakhir dan lebih dari 215 juta 4 ratus ribu tes telah dilakukan di negara ini  sejauh ini.

……………….

PM  akan berbagi pemikirannya dalam program ‘Mann Ki Baat’ di AIR hari ini pada  jam 11 pagi

 

Perdana Meneteri  Narendra Modi akan berbagi pemikirannya dengan orang-orang di dalam dan luar negeri dalam program Mann Ki Baat di All India Radio hari ini pada pukul 11 pagi.

Ini akan menjadi episode ke-74 dari program radio bulanan. Ini akan disiarkan di seluruh jaringan siaran-siaran AIR dan Doordarshan dan juga di situs web AIR News www.newsonair.com dan newsonair Mobile App.

Ini juga akan disiarkan langsung di saluran YouTube AIR, DD News, PMO dan Kementerian Penerangan dan Siaran.

AIR akan menyiarkan program dalam bahasa daerah segera setelah siaran Hindi. Versi bahasa daerah akan diulang pada pukul delapan malam.

…………………………

ISRO akan meluncurkan satelit Amazonia-1 Brasil & 18 satelit penumpang bersama hari ini

 

Organisasi Riset Antariksa India akan meluncurkan satelit Amazonia-1 Brasil dan 18 satelit penumpang bersama melalui PSLVC51 dari Sriharikota, hari ini pukul 10.24 pagi.

ISRO juga mengonfirmasi bahwa persiapan berkait peluncuran PSLV-C51 telah selesai.

Amazonia-1 adalah satelit observasi bumi optik dari National Institute for Space Research (INPE).

Satelit ini selanjutnya akan memperkuat struktur yang ada dengan menyediakan data penginderaan jauh kepada pengguna untuk memantau deforestasi di wilayah Amazon dan analisis diversifikasi pertanian di seluruh wilayah Brasil.

……………………..

India dan Bangladesh kembali menegaskan untuk meningkatkan hubungan timbal balik dalam masalah keamanan & perbatasan

 

India dan Bangladesh menegaskan kembali komitmen mereka untuk semakin memperluas dan memperkuat kerja sama timbal balik dalam masalah keamanan dan perbatasan.

Mereka juga membahas penyelesaian awal pagar tertunda di sepanjang perbatasan Indo-Bangladesh yang telah disepakati oleh Perdana Menteri kedua negara.

Pertemuan Tingkat Sekretaris Dalam Negeri ke-19 antara India dan Bangladesh telah diselenggarakan secara virtual kemarin.

Itu diadakan dengan latar belakang ‘Mujib Barsho’, 50 tahun Perang Pembebasan Bangladesh dan pembentukan hubungan diplomatik antara kedua negara.

Delegasi India dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Ajay Kumar Bhalla dan delegasi Bangladesh dipimpin oleh Sekretaris Senior Divisi Keamanan Publik Mostafa Kamal Uddin.

Kedua belah pihak mengapresiasi kerja sama kedua negara dan tindakan yang diambil untuk mengatasi ancaman terorisme dan ekstremisme secara efektif.

India dan Bangladesh menegaskan kembali untuk tidak mengizinkan wilayah salah satu negara digunakan untuk aktivitas apa pun yang bertentangan dengan kepentingan satu sama lain.

Bangladesh menghargai bantuan yang diberikan oleh India dalam bidang pelatihan dan peningkatan kapasitas untuk berbagai badan keamanan.

Kedua belah pihak juga menghargai fungsi efektif dari Rencana Pengelolaan Perbatasan Terkoordinasi untuk mengendalikan kegiatan lintas batas ilegal.

India dan Bangladesh sepakat untuk lebih meningkatkan kerja sama guna mencegah penyelundupan Uang Kertas India Palsu dan barang selundupan.

Kedua belah pihak juga mengapresiasi penyelenggaraan Dialog Pengukuhan para Kepala Polisi di bulan Januari tahun ini, melaksanakan keputusan yang diambil pada Pembicaraan Tingkat Menteri Dalam Negeri yang diselenggarakan pada Agustus 2019.

…………………

Badan PBB merekomendasikan kelulusan Bangladesh dari kategeori negara kurang berkembang atau LDC

 

Komite Kebijakan Perkembangan PBB, yaitu CDP merekomendasikan kelulusan Bangladesh dari kategori  Negara-Negara Kurang Berkembang atau LDC  karena memenuhi kriteria kelayakan dalam hal pendapatan per kapita, aset manusia dan kerentanan ekonomi dan lingkungan.

Ini adalah kedua kalinya secara berturut-turut sejak 2018 CDP merekomendasikan Bangladesh untuk lulus dari kategori LDC.

Keputusan itu diambil selama pertemuan review tiga tahunan CDP yang diadakan antara 22-26 Februari.

Pengumuman itu dibuat oleh Kepala subkelompok CDP   negara-negara LDC,   Taffere Tesfachew dalam briefing online pada hari Jumat.

CDP memutuskan status LDC suatu negara berdasarkan tiga kriteria – pendapatan per kapita, indeks aset manusia dan indeks kerentanan ekonomi.

Sebuah negara harus mencapai setidaknya dua dari tiga kriteria pada dua ulasan tiga tahunan berturut-turut untuk dipertimbangkan untuk kelulusan.

Ini telah memenuhi untuk kedua kalinya ketiga kriteria kelayakan untuk lulus dari kategori LDC ke kategori negara berkembang.

Proposal tersebut akan dikirim ke Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) untuk pengesahan pada bulan Juni untuk akhirnya disetujui oleh Majelis Umum PBB (UNGA) pada bulan September tahun ini.

Bangladesh akan mendapatkan waktu hingga 2026 untuk mempersiapkan transisi ke status negara berkembang.

Biasanya negara diberi waktu tiga tahun untuk masa transisi tetapi tahun ini karena pandemi Corona, Bangladesh diberi waktu lima tahun untuk proses tersebut.

Kelulusan dari LDC memiliki dampak bermata dua di negara-negara. Di satu sisi, ketentuan preferensial tertentu dalam ekspor, penyediaan subsidi untuk pertanian dan industri bayi dan akses ke pendanaan iklim kemungkinan besar akan berhenti setelah transisi dari LDC.

Di sisi lain, kepercayaan yang meningkat dari badan-badan keuangan internasional, peningkatan peringkat kredit dan FDI yang lebih tinggi diharapkan menguntungkan Bangladesh setelah masa transisi selesai.

…………………..

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika serikat mensahkan dana stimulus virus Corona sebesar  1,9 triliun dolar

 

Di Amerika Serikat, Dewan Perwakilan Rakyat mensahkan dana stimulus virus Corona sebesar 1,9 triliun dolar kemarin.

RUU tersebut disahkan dengan suara 219 lawan 212. Paket tersebut bertujuan untuk meningkatkan vaksinasi dan menguji serta menstabilkan ekonomi.

Anggota parlemen mengesahkan RUU yang bertujuan memberikan uang kepada individu, bisnis, negara bagian, dan kota yang terkena pandemi.

 

Presiden Joe Biden telah mendorong paket bantuan tersebut, dengan mengatakan itu akan digunakan untuk merangsang ekonomi dan menciptakan lowingan kerja baru. Para anggota dari partai  Republican menentang RUU ini yang sekarang akan diajukan ke Senat.

Uang tunai akan diberikan sebagai bantuan keuangan darurat untuk rumah tangga, usaha kecil dan Pemerintah Negara Bagian.

Pemungutan suara itu dilakukan pada minggu yang sama ketika AS mengalami  5,00,000 kematian terkait virus Corona.

……………………….

Orang-orang  bersenjata membebaskan 42 orang, termasuk 27 siswa yang diculik dari sekolah berasrama di Niger

 

Di Nigeria, orang-orang bersenjata telah membebaskan 42 orang, termasuk 27 siswa, yang diculik dari sekolah asrama pekan lalu di negara bagian utara-tengah Niger.

Gubernur Eksekutif Negara Bagian Niger Abubakar Sani Bello mengatakan, para pelajar, staf, dan kerabat yang diculik telah mendapatkan kembali kebebasan mereka dan telah diterima oleh Pemerintah Negara Bagian Niger.

Pembebasan mereka terjadi hanya sehari setelah penggerebekan terpisah di sebuah sekolah di negara bagian Zamfara, Nigeria, tempat pria bersenjata menculik lebih dari 300 anak perempuan.

Serangan baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang meningkatnya kekerasan oleh geng dan kelompok bersenjata di Nigeria. Kelompok bersenjata Boko Haram melakukan penculikan di timur laut Nigeria yang bergolak.